Senin, 25 Juli 2011

Gunung Guntur

Di wilayah kabupaten Garut, Gunung Guntur merupakan salah satu gunung yang masih aktif. Selain itu, gunung ini mempunyai bentuk lereng yang cukup unik sehingga menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Pada lereng sebelah timurnya, yang tampak jelas jika dilihat dari jalan raya Garut-Bandung, masih bias diamati bekas-bekas letusan yang dahsyat. Di sana hampir tidak tumbuh pepohonan besar, yang terlihat hanyalah bekas aliran lava beku yang membentuk parit-parit raksasa.

Karena bentuknya yang elok itulah, gunung ini telah banyak memberi inspirasi kepada seniman untuk melukiskan keindahannya. Misalnya pernah populer lagu Malati di Gunung Guntur (Melati di Gunung Guntur) yang syairnya ditulis oleh Wahyu Wibisana dan lagunya digubah oleh seniman karawitan kenamaan, Mang Koko.
 
Walaupun indah dipandang, sebenarnya gunung ini beberapa kali sempat menghebohkan masyarakat Garut. Terakhir kali statusgunung ini sempat dinaikan menjadi waspada karena aktivitas vulkaniknya menunjukan peningkatan, besamaan dengan meletusnya gunung Papandayan pada tahun 2003. Dalam sejarahnya gunung ini pernah beberapa kali meletus, dan sebagian letusannya telah menimbulkan kerusakan serta korban yang cukup banyak.

Ketinggian Gunung Guntur mencapai 2.249 meter diatas permukaan air laut. Jika aktivitas vulkanik gunung ini aman dan cuaca sedang bagus, banyak orang yang mendakinya walaupun harus menempuh medan yang cukup berat. Banyak sudah jalur pendakian yang dirintis untuk menuju puncak gunung ini. Bahkan sebagian orang memanfaatkan lereng gunung ini untuk olahraga terbang layang.

Dari gunung Guntur kita bisa melihat hamparan panorama yang sangat menakjubkan. Jika cuaca cerah, dari sana kita bisa melihat hamparan Kota Garutdan sekitarnya dengan sangat jelas. Kita juga bisa melihat jejeran gunung lain di kejauhan. Hanya saja para pendaki harus lebih berhati-hati karena di puncak gunung sering terjadi badai kabut yang bisa membahayakan pendaki.
Karena lahannya tandus, tak aneh jika disekitargunung ini sering terjadi kebakaran. Lerengnya yang hanya ditumbuhi ilalang mudah sekali terbakar, terutama pada musim kemarau. Mata air yang keluar dari salah satu lerengnya pun bersuhu panas. Air inilah yang kemudian ditampung dan dimanfaatkan untuk obyek wisata Cipanas yang sudah dikenal sejak dulu. Namun banyak pula orang yang memanfaatkan lereng gunung ini untuk menggali pasir dan bebatuan, walaupun aktivitas ini sebenarnya sangatlah berbahaya bila dilakukan secara terus menerus karena berpotensi menimbulkan longsor.

Sampai saat ini pun, aktivitas vulkanik gunung ini pun terus dipantau para ahli. Bukan mustahil suatu saat gunung ini masih akan menunjukan aktivitasnya yang berbahaya. Pemerintah juga telah membuat pemetaan kemungkinan aliran lahar dan daerah-daerah berbahaya yang harus diwaspadai. Sebagian wilayah Kota Garut bahkan masuk kategori daerah berbahaya jika Gunung Guntur benar-benar meletus.

0 komentar:

Posting Komentar