Rabu, 13 Juli 2011

Daluang

Daluang merupakan jenis kertas yang memiliki fungsi untuk keperluan menulis naskah yang dikenal sejak lama sebelum adanya kertas. Banyak naskah-naskah kuno yang ditulis pada kertas jenis ini dengan menggunakan mangsi da nada juga yang ditulis pada daun lontar dengan cara diturih menggunakan peso pangot.
Al-Qur'an yang ditulis pada kertas daluang yang berada di museum Cangkuang

Kertas ini pada jaman dahulu juga digunakan bahan untuk pakaian yang sering digunakan oleh para Brahmana. Selain itu, kertas ini juga digunakan untuk membungkus tembakau. Pembuatan daluang di Kabupaten Garut banyak dilakukan oleh penduduk Kampung Tunggilis, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Garut.

Penelitian menunjukan bahwa kulit pohon saeh ternyata bisa digunakan untuk berbagai keperluan dan bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu di Garut kini sedang dilakukan upaya pembudidayaan pohon saehyang difasilitasi oleh Kelompok Bungawari Bandung. Kulit pohon saeh yang sudah di proses tidak hanya bisa digunakan untuk kertas daluang atau dijadikan sebagai map untuk menyimpan arsip di perkantoran, tetapi juga bisa digunakan untuk keperluan pakaian dan bisa juga digunakan untuk pelapis tembok.

Kertas yang mulai dijadikan bahan untuk bahan pembuatan piagam, pembatas buku dan media lukisan ini mulai kembali diperkenalkan kepada masyarakat oleh Kelompok Bungawari Bandung.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

saya tertarik dengan kertas daluang. Bagaimana kita bisa tahu manuskrip tersebut (di foto) ditulis di atas kertas daluang? Makasih infonya.

biologi UI
dian.hendrayanti@ui.ac.id

Arry Asgar mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar