Minggu, 03 Juli 2011

Cimanuk

Banyak sekali sungai yang dapat ditemukan di Kabupaten Garut, baik yang mengalir menuju Samudera Indonesia (selatan) maupun yang menuju laut jawa (utara). Cimanuk merupakan nama sebuah sungai yang dapat kita temukan di Kabupaten Garut yang merupakan sungai yang terkenal dan terpanjang di Garut.


Hulu sungai ini berada di kaki Gunung Cikuray, Cikajang. Aliran sungainya melintasi Kota Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Jaatibarang, lalu Kabupaten Indramayu dan sampai akhirnya bermuara di Laut Jawa.


Sungai Cimanuk ini mempunyai peranan yang penting bagi masyarakat Jawa Barat. Di sebagian tempat air sungai Cimanuk digunakan untuk irigasi teknis yang mengairi ribuan hektar sawah, terutama di daerah hilirnya yaitu di Indramayu. Sementara itu di Kabupaten Majalengka airnya digunakan untuk mengairi perkebunan tebu. Dan di Garut, selain untuk mengairi lahan pertanian, sungai ini juga dijadikan sebagai lahan pencaharian masyarakat yang memanfaatkan batu dan pasirnya untuk bahan bangunan.

Sampai abad ke-19, sungai ini dijadikan lintasan untuk pelayaran kapal barang sampai ke pedalaman Karangsambung, dekat Kadipaten. Dahulu, di situ terdapat gudang hasil pertanian seperti beras, dan kopi yang kemudian diangkut ke daerah lain melalui jalur pelayaran sungai sebelum melalui pelayaran laut.

Selain dengan keindahan panoramanya, sungai ini juga terkenal dengan keganasannya. Di beberapa tempat, airnya pernah menjebol tanggul atau gili-gili sehingga menimbulkan kerusakan. Banyak sekali lahan pertanian warga yang terkena amuk dari sungai ini yang menyebabkan terseretnya lahan pertanian tersebut, terutama di musim hujan. Bahkan pemerintah kabupaten Garut beberapa kali harus membuat tanggul untuk menyelamatkan lahan pertanian dan perkampungan dari amukan Cimanuk.

Di daerah hhilirnya seperti di Indramayu, sungai ini juga terkenal dengan keganasannya, terutama pada musim hujan. Keganasannya seringkali meluap dan menggenangi ribuan hektar lahan pesawahan. Dan untuk menanggulangi keganasan di daerah hilir, Pemerintah Kabupaten Garut merencanakan akan melaksanakan pembuatan bendungan yang akan dibuat di daerah Copong, untuk menampung air Cimanuk supaya tidak menimbulkan banjir maupun kerusakan di hilir.


Aliran sungai Cimanuk disukai para penggiat olahraga arung jeram. Alirannya yang deras dan dangkal, menjadi tantangan yang menarik untuk kegiatan olahraga ini. Sungai Cimanuk aksebilitasnya dapat ditempuh dengan berbagai kendaraan bermotor, hanya 20 menit dari pusat kota menujuke tempat start. Rute yang ditempuh Padarek-Maktal-Awileuga. Selama menelusuri Sungai Cimanuk, kita akan melewati hutan bamboo, tebing yang indah, pesawahan dan air terjun. Dan waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari posisi start sampai dengan finish, kurang lebih 2,5 jam dengan trip pendek 7 KM.  Dilihat dari segi arung jeram sungai ini merupakan merupakan grade 3.

0 komentar:

Posting Komentar