Rabu, 27 April 2011

Balubur Limbangan

            Kata tersebut adalah salah satu nama dari ke 42 kecamatan yang berada di Kabupaten Garut (saat ini). Kecamatn ini pernah dijadikan sebagai ibukota Kabupaten sebeleum pindah ke Garut. Oleh karena itu, Limbangaqn bisa juga dikatakan sebagai cikal bakal kabupaten Garut saat ini.

            Istilah “balubur” adalah daerah pemukiman para penguasa kabupaten pada zaman dulu. Atau juga semacam daerah istimewa yang penghuninya terdiri dari menak dan pejabat pemerinta lainnya. Sehingga Balubur Limbangan mempunyai arti yaiutu daerah istimewa yang merupakan tempat para penguasa Kabupaten Limbangan tinggal.
            Tertulis di dalam sejarah bahwa Limbangan awalnya berawal dari bagian wilayah Kerajaan Sunda. Namun ada pula yang mengatakan bahwa Kabupaten Limbangan sudah menjadi wilayah otonom saat kerajaan Sunda terbagi menjadi dua, yaitu menjadi Galuh dan Sunda. Saat ini namanya masih Rumenggong. Konon kata Rumenggong berasal dari kata ‘rumenggang’ yang artinya renggang atau agak jauh.karena letak Limbangan yang berada diantara Galuh dan Sunda. Penguasanya yang adalah orang yang dikenal dengan nama Sunan Rumenggong. Setelah kerajaan Sunda runtuh, wilayah Limbangan ini pernah berada di bawah kekuasaan wilayah lain, diantaranya Sumedang Larang.
            VOC atau kependekan dari Verenigde Oost Indiche yang merupakan Kongsi Dagang Belanda mengembalikan status Limbangan pada tanggal 24 Maret 1706 yang awalnya hanya sebuah distrik di Kabupaten Sumedang, menjadi kabupaten yang mandiri. Kemudian ditunjuklah seorang Bupati yang bernama Rangga Mertasinga. Karena alasan ekonomis, Gubernur Jendral Daendels, yang merupakan penguasa tertinggi wilayah kolonial Belanda, membubarkan wilayah Kabupaten Limbangan yang sudah hampir seabad m,enjadi kabupaten. Kemudian kabupaten Limbangan yang sudah dibubarkan dipecah menjadi beberapa wilayah yang akhirnya pecahan tersebut menjadi bagian dari kabupaten yang berada disekitarnya.
            Namun pada saat Inggris menguasai pulau Jawa, oleh Gubernur Jendral Raffles yang mewakili kekuasaan inggris, pada 16 Februari 1813 mengembalikan status limbangan menjadi kabupaten di keresidenan Priangan. Pada saat itu, ditunjuklah Tumenggung Adiwidjaya untuk menjadi bupati. Ibukota Kabupaten yang pada awalnya berada di Limbangan, kemudian dipindahkan sampai ke tiga tempat yang berbeda. Awalnya dari Limbangan ke daerah Suci, namun daerha itu dianggap tidak cocok untuk pengembangan kota. Lalu dicarilah tempat disekitar Karangpawitan. Namun sayang daerah itu miskin sumber air. Kemudian dipindahkan lagi ke kota Garut sekarang ini. Sejak itulah Balubur Limbangan mengalami penyusutan atau disebut dengan istilah narikolot. Hingga detik ini, wilayah Balubur Limbangan hanya  menjadi salah satu dari 42 kecamatan yang berada di Kabupaten Garut.

0 komentar:

Posting Komentar