Jumat, 22 April 2011

Babad Timbanganten

            Awalnya merupakan sebuah naskah wawacan yang ditulis dengan menggunakan bahasa latin, dan merupakan koleksi Perpustakaan Nasional Jakarta. Kisahnya diambil dari tokoh legenda yang pernah hidup di lingkungan masyarakat Garut.

            Babad ini mengisahkan seorang Ratu Pasehan yang berkuasa di Bumi Timbanganten. Karena ia tidak memiliki putra untuk dijadikan sebagai raja Timbanganten, ia meminta kepada Prabu Siliwangi untuk menjadi seorang raja Timbanganten. Tetapi Prabu Siliwangi malah mengirim Sunan Burung Baok, yang merupakan anaknya dari puteri jin yang buruk perangainya. Kehadiran Sunan Burung Baok tentu saja membawa keresahan pada rakyat Timbanganten.
Bumi Timbanganten yang sekarang dikenal dengan Tarogong

            Akibat dari ulah Sunan Burung Baok yang membuat resah rakyat Timbanganten, akhirnya Ratu Pasehan menghukum Sunan Burung Baok. Lalu timbulah kesalahpahaman antara Ratu Pasehan dan Prabu Siliwangi. Akhirnya persoalan itu diselesaikan oleh Prabu Siliwangi dengan mengangkat anaknya yaitu Raden Sunan Panggung yang berasal dari perkawinan Prabu Siliwangi dengan seorang permaisuri yang bernama Inten Dewata, yang merupakan adik dari Ratu Pasehan. 

0 komentar:

Posting Komentar